Kisah-Kisah Tulisan Suci
Bab 17: Orang-Orang yang Marah di Nazaret


Bab 17

Orang-Orang yang Marah di Nazaret

Jesus returns to Nazareth - ch.17-1

Yesus pergi ke Nazaret, kota tempat Dia dibesarkan.

Lukas 4:16

Jesus stands up in the synagogue to read from Isaiah - ch.17-2

Yesus pergi ke rumah ibadat, sebuah bangunan tempat orang-orang Yahudi pergi ke gereja. Dia berdiri dan membaca tulisan suci. Dia membacakan perkataan Nabi Yesaya. Yesaya telah mengatakan bahwa Juruselamat akan datang ke bumi dan menolong semua orang.

Lukas 4:16–19

Jesus sits down after reading from the scriptures - ch.17-3

Ketika Yesus menutup tulisan suci dan duduk, semua orang menatap-Nya.

Lukas 4:20

Jesus tells the people in the synagogue that He is the Savior - ch.17-4

Yesus mengatakan bahwa perkataan Yesaya adalah tentang diri-Nya—bahwa Dia adalah Juruselamat. Orang-orang takjub terhadap perkataan-Nya. Mereka berkata, “Bukankah Ia ini anak Yusuf?” Mereka tidak percaya bahwa Yesus adalah Putra Allah.

Lukas 4:21–22

Jesus tells the people He will not do miracles for those without faith - ch.17-5

Juruselamat mengetahui apa yang mereka pikirkan. Mereka menginginkan Dia melakukan mukjizat. Namun Yesus memberi tahu mereka bahwa Dia tidak akan melakukan mukjizat bagi mereka karena mereka tidak memiliki iman kepada-Nya.

Lukas 4:23–27

Angry people from the synagogue take Jesus to the top of a hill to throw Him off - ch.17-6

Ini membuat orang-orang marah. Mereka membawa Yesus ke atas sebuah bukit dan ingin melemparkan-Nya dari situ.

Lukas 4:28–29

A man asks the Savior to heal his son saying that the disciples had been unable to help him - ch.33-1

Yesus meloloskan diri dari mereka dan pergi ke kota lain.

Lukas 4:30–31