Sesi Minggu Siang
Peliharalah Akarnya, dan Cabang-Cabangnya Akan Tumbuh
Cuplikan
Salah satu hal terpenting yang dapat kita pelajari dalam hidup ini adalah perbedaan antara apa yang kekal dan apa yang tidak.
Beberapa kebenaran adalah inti, esensial, yang merupakan akar dari iman kita. Yang lainnya adalah pelengkap atau cabang—yang berharga, tetapi hanya jika itu terhubung ke hal-hal yang fundamental.
Dengan kata lain, Yesus Kristus dan kurban pendamaian-Nya adalah akar dari kesaksian kita. Semua hal lainnya adalah cabang.
Dalam hal memelihara kesaksian kita tentang Yesus Kristus, saya bertanya-tanya apakah kita terkadang salah mengartikan cabang sebagai akar.
Kita harus bertanya kepada diri kita sendiri: Apakah kesaksian saya didasarkan pada apa yang saya harapkan terjadi dalam hidup saya? Apakah itu tergantung pada tindakan atau sikap orang lain? Atau apakah itu didirikan dengan kuat di atas Yesus Kristus, “berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia,” [Kolose 2:7], terlepas dari keadaan hidup yang berubah?
Kita hendaknya tidak berharap untuk memahami segala sesuatu sebelum bertindak. Itu bukanlah iman. Jika kita menunggu untuk bertindak sampai semua pertanyaan kita terjawab, kita sangat membatasi kebaikan yang dapat kita capai, dan kita membatasi kuasa iman kita.
Iman bertahan dalam pencobaan dan ketidakpastian hidup karena iman berakar kuat di dalam Kristus dan doktrin-Nya. Yesus Kristus, dan Bapa kita di Surga yang mengutus Dia, bersama-sama merupakan satu-satunya objek kepercayaan kita yang tidak menyimpang dan dapat diandalkan dengan sempurna.
Adalah doa dan berkat saya yang tulus bahwa kita akan terus memelihara akar-akar iman kita kepada Juruselamat, doktrin-Nya, dan Gereja-Nya.