2002
Memperkuat Rumah Tangga dan Keluarga
Juli 2002


Memperkuat Rumah Tangga dan Keluarga

Tiga asas yang akan menolong Anda memperkuat rumah tangga serta keluarga Anda adalah memelihara, berkurban, dan berdoa.

Ketika kita menyaksikan Olimpiade Musim Dingin 2002 akan segera usai, kita hanya dapat mengingat orang-orang yang pulang ke rumah dengan membawa medali. Begitu banyak atlet dengan persiapan yang bertahun-tahun datang bersama untuk bertanding, berharap untuk menang. Sebagai remaja putri di Gereja, Anda juga sedang mempersiapkan diri serta bertanding untuk mendapatkan medali karena Roh yang menyala terang di dalam diri Anda.

Program Remaja Putri dapat menyediakan pelatihan menakjubkan untuk menolong Anda masing-masing mencapai gol Anda, dan tema Remaja Putri merupakan pengingat langsung bahwa kita tidak sendirian dalam pertandingan itu. Kita berada di dalam tim Tuhan dan Dia akan selalu siap menolong kita pulang dengan membawa medali emas.

Sebagai putri Allah, beberapa di antara Anda mungkin memiliki keahlian atletik yang besar, tetapi Anda semua telah diberkati dengan banyak bakat serta karunia. Salah satu karunia paling berharga Anda adalah kemampuan untuk memperkuat “rumah tangga dan keluarga [Anda],” sebuah kalimat baru telah ditambahkan dalam tema Remaja Putri. Apakah Anda mengenali kata-kata itu? Salah satu tugas yang diberikan kepada kita sebagai remaja putri dan wanita di dalam kerajaan adalah untuk mengasihi serta memperkuat keluarga kita.

Malam ini doa saya adalah agar Roh menyala terang di dalam diri Anda, agar Anda memiliki keinginan yang lebih besar untuk memperkuat keluarga Anda sekarang serta mempersiapkan diri bagi keluarga masa depan Anda. Tulisan suci dipenuhi dengan cara yang mengajar kita bagaimana memperkuat keluarga kita. Tidak ada guru yang lebih hebat selain Juruselamat. Ketika Anda mempelajari ajaran-Nya dan mengikuti teladan-Nya, Anda dapat membuat kehidupan keluarga Anda menjadi lebih baik. Marilah kita berbicara tentang tiga asas yang akan menolong Anda memperkuat rumah tangga serta keluarga Anda:

  • Memelihara

  • Berkurban

  • Berdoa

Memelihara

Siapa yang tidak suka bermain dengan anak kecil atau menggendong bayi di dalam pelukannya? Sebagai kaum wanita kita dilahirkan dengan kemampuan alami untuk mengasihi serta memelihara sesama. Memelihara artinya mendukung satu sama lain, mendorong satu sama lain, merawat dan mengasihi satu sama lain. Apakah kita melakukan ini di dalam keluarga kita?

Juruselamat Sendiri mengajar kita untuk memelihara. Berkali-kali Dia mengatakan, “Betapa sering telah Kukumpulkan kamu seperti seekor ayam betina mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya dan telah memeliharamu” (3 Nefi 10:4).

Ketika Anda berkumpul bersama keluarga Anda, sangat banyak yang dapat Anda lakukan untuk mengundang semangat persatuan. Kapankah terakhir kali Anda memeluk ibu dan bapak Anda serta berterima kasih kepada mereka atas semua hal yang telah mereka lakukan? Yang paling banyak dilakukan orang tua adalah memelihara, tetapi mereka juga perlu dipelihara.

Sebagai wanita, kita dapat me-ngumpulkan anak-anak kecil kita di bawah sayap kita dengan kasih serta kelembutan. Baru-baru ini saya melihat seorang ibu muda berbicara kepada putrinya yang berusia dua tahun. Ketika dia menangis dan si ibu tidak dapat memahami apa yang diinginkan putrinya, si ibu berkata, “Jangan menangis. Ayo bicaralah. Katakan kepada ibu apa yang mengganggumu.” Dia memperlihatkan rasa hormat bagi anaknya yang berusia dua tahun sehingga anak itu berhenti menangis dan “berbicara kepadanya.” Ibu muda ini belajar cara memelihara.

Ketika Bapa kita di Surga memperkenalkan Juruselamat kepada dunia, Dia menunjukkan cara memelihara yang baik dengan menggunakan suara yang lembut. Bahasa tulisan suci mengatakan, “Mereka mendengar suatu suara yang seolah-olah datang dari surga; … dan suara itu bukan suara yang tajam, juga bukan suara yang nyaring; … sekalipun suara itu kecil, suara itu menusuk ke bagian yang terdalam” (3 Nefi 11:3).

Di rumah kita, hal ini dapat menjadi contoh bagi cara kita berbicara kepada anggota keluarga kita. Marilah kita tidak menggunakan suara yang keras, tetapi suara yang lembut ketika kita berbicara kepada orang-orang yang kita kasihi. Ini adalah cara Bapa Surgawi berbicara kepada anak-anak-Nya.

Berkurban

Asas kedua adalah berkurban. Sebagai remaja putri Anda belajar berkurban setiap hari. Kami sangat terkesan dengan semua hal baik yang Anda lakukan.

  • Anda mengasuh adik sepulang sekolah ketika ibu Anda bekerja. Anda menolong menyiapkan makan malam dan menidurkan adik.

  • Anda berada di rumah untuk menghindari pesta pada malam Minggu karena Anda tidak ingin menonton film yang tak senonoh tanpa mempedulikan tingkatannya.

  • Ribuan dari Anda bangun pada pukul 5.00 setiap pagi untuk menghadiri seminari-pagi-hari sebelum berangkat ke sekolah.

Juruselamat amat bangga terhadap Anda. Dia tahu apa yang sedang Anda lakukan. Dia memahami betapa beratnya bagi Anda untuk membuat pengurbanan. Juruselamat mengajar kita berkurban. Dia mengurbankan nyawa-Nya bagi seluruh umat manusia.

Setelah Dia bangkit, hal pertama yang Dia ajarkan kepada bangsa Nefi adalah bagaimana Dia telah berkurban. Dia mengatakan: “Aku telah minum cawan pahit itu yang telah diberikan Bapa kepada-Ku … Aku telah tunduk kepada kehendak Bapa dalam segala hal sejak permulaan” (3 Nefi 11:11). Dia telah melakukan apa yang Bapa Surgawi inginkan agar Dia lakukan.

Bapa Surgawi menghendaki kita untuk membangun keluarga yang saleh. Menjadi seorang istri dan ibu dapat membatasi kesempatan karir Anda, tetapi hal itu dapat mendatangkan pahala. Sebagai seorang ibu muda, saya ingat memainkan sebuah lagu untuk anak-anak perempuan saya yang masih kecil saat mereka berdansa di sekitar ruangan. Liriknya mungkin kedengaran lucu, tetapi kata-kata itu benar:

Jika saya besar, saya ingin menjadi ibu dan berkeluarga:

Satu, dua, atau tiga orang bayi akan saya lahirkan.

Dari semua pekerjaan, bagi saya, hanya itu pilihan saya.

Saya akan berkeluarga … .

Saya akan selalu mengasihi mereka, memberi mereka makan dan mainan.

Memeluk mereka jika ada masalah, mendongeng dan bernyanyi bersama.

(Janeen Brady, “I Want to Be a Mother,” dalam Beloved Songs [1987], 10–13).

Sekarang Anda mengetahui. Menjadi ibu merupakan sebuah berkat bukan pengurbanan.

Berdoa

Ketiga, Juruselamat mengajar kita untuk berdoa.

Ketika Anda menolong memperkuat keluarga Anda, doa harus menjadi bagian sehari-hari yang tetap dalam kehidupan Anda. Doa akan melindungi Anda dari musuh, memberi Anda kedamaian, serta menolong keluarga Anda lebih saling mengasihi.

Ketika Juruselamat mengunjungi bangsa Nefi, Dia hanya memiliki beberapa hari untuk mengajar mereka kegenapan injil. Selama waktu itu, Dia berfokus pada doa. Tahukah Anda bahwa di dalam pasal 17 hingga 20 dalam Kitab Tiga Nefi, doa disebut sebanyak 44 kali? Berulang kali Dia memerintahkan bangsa itu untuk berdoa. Dia berlutut di tanah dan berdoa bagi mereka. Dia mengajar mereka cara berdoa. Dia memberkati anak-anak kecil dan berdoa kepada Bapa bagi mereka. Dia memerintahkan mereka untuk selalu berdoa di dalam hati mereka.

Barangkali selama kegiatan Kebersamaan Anda dapat membawa tulisan suci Anda, membaca empat pasal tersebut dengan keras, serta menggarisbawahi kata doa ketika disebutkan—dengan membagikan kisah dan kesaksian tentang kekuatan doa. Saya berjanji bahwa Anda akan merasakan Roh Tuhan serta me-ngembangkan kesaksian yang lebih kuat akan doa.

Para nabi kita telah mengatakan bahwa mereka tidak khawatir tentang kaum remaja yang berdoa dua kali sehari. Nah, jika mereka tidak mengkhawatirkan kita, maka kita tidak perlu mengkhawatirkan diri kita sendiri, sejauh kita dengan sungguh-sungguh berdoa dua kali sehari.

Dengarlah sebuah kisah menakjubkan yang dituturkan oleh ibu Nabi Joseph Smith tentang malam ketika Nabi pergi untuk mendapatkan lemping emas. Dia menulis: “[Malam itu] saya terjaga sampai larut malam … . Sekitar pukul dua belas tengah malam Joseph menghampiri saya dan menanyakan kepada saya apakah saya menyimpan kotak yang berisi gembok serta kunci dan karena tidak menyimpannya saya memberinya tanda … . Tetapi Joseph … berkata, ‘Tidak apa-apa, saya dapat melakukannya dengan baik … tanpanya—bersikaplah tenang—semuanya akan beres.’”

Tidak lama kemudian, Joseph dan Emma pergi, dengan mengendarai kuda dengan gerobak. Sekarang dengarkan yang dikatakan ibunya. “Saya berdoa semalaman serta memohon kepada Allah, karena kekhawatiran yang ada di benak saya membuat saya tidak dapat tidur.” Permohonan seorang ibu, seorang putri Allah yang saleh, menghibur Nabi dan melindungi lemping emas. Selama bertahun-tahun, doanya yang langsung menolong memperkuat rumah tangga serta keluarganya (lihat Lucy Mack Smith, History of Joseph Smith, diedit oleh Preston Nibley [1979] 102.)

Bagaimanakah Anda dapat menggunakan doa Anda untuk memperkuat keluarga Anda? Karena Bapa Surgawi sangat mengasihi Anda, Dia ingin Anda berbicara kepada-Nya. Apa pun pergumulan yang Anda hadapi, Anda dapat berdoa memohon segala sesuatu.

  • Anda dapat berdoa memohon pertolongan dalam mempertahankan aturan keluarga, misalnya pulang ke rumah tepat waktu.

  • Anda dapat berdoa agar keluarga Anda memiliki keinginan untuk mempelajari tulisan suci bersama-sama.

  • Anda dapat berdoa agar Anda dapat berkomunikasi lebih baik dengan ayah serta ibu Anda.

  • Anda dapat berdoa agar Anda dapat menjadi lebih sabar dengan saudara dan saudari Anda, dengan menolong mereka memecahkan masalah mereka.

Berdoalah tentang masalah yang mencemaskan Anda! Jangan menyerah. Bapa Surgawi dapat dan akan menjawab doa Anda. Saya telah menerima banyak jawaban atas doa saya. Banyak juga doa saya yang belum terjawab. Doa kita akan dijawab menurut waktu Tuhan jika kita sudah siap.

Malam ini saya telah berbicara tentang tiga asas untuk menolong Anda memperkuat rumah tangga dan keluarga Anda:

  • Memelihara

  • Berkurban

  • Berdoa

Juruselamat, Penebus serta teman kita, telah menunjukkan jalannya. Ketika Anda mempraktikkan ajaran-Nya, Anda mungkin tidak akan pernah memenangkan medali perak atau emas Olimpiade, tetapi meraih medali Keremajaputrian Anda dapat mendatangkan pahala yang jauh lebih besar dan membantu menjaga api Roh Kudus tetap menyala dengan cemerlang di dalam diri Anda. Ketika Anda mempelajari serta mengembangkan kasih akan tulisan suci, saya berdoa agar Anda akan menemukan cara yang lebih berarti lainnya untuk memperkuat rumah tangga dan keluarga Anda, dalam nama Yesus Kristus, amin.