Seminari
Yunus: “Engkaulah Allah yang Pengasih dan Penyayang”


“Yunus: ‘Engkaulah Allah yang Pengasih dan Penyayang,’” Buku Pedoman Guru Seminari Perjanjian Lama (2026)

“Yunus: ‘Engkaulah Allah yang Pengasih dan Penyayang,’” Buku Pedoman Guru Seminari Perjanjian Lama

Amos; Obaja; Yunus: Pelajaran 151

Yunus

“Engkaulah Allah yang Pengasih dan Penyayang”

The Old Testament prophet Jonah depicted lying on the beach at Nineveh after having survived being swallowed by a whale. The ocean and a whale are depicted in the background. The image depicts Jonah being returned to preach at Nineveh.

Tuhan mengulurkan lengan belas kasihan-Nya kepada Yunus dan orang-orang Niniwe, terlepas dari kesalahan besar yang mereka buat. Sewaktu kita mengenali bahwa kasih dan belas kasihan yang sama ini diulurkan kepada kita, kita juga dapat berseru bahwa Tuhan adalah “Allah yang pengasih dan penyayang, yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia” (Yunus 4:2). Pelajaran ini dapat membantu siswa merasakan kasih dan belas kasihan Tuhan bagi mereka dan bagi orang lain.

Persiapan siswa: Ajaklah siswa untuk menelaah kisah Yunus bersama keluarga mereka atau mengulasnya sendiri dan merenungkan apa yang mereka rasakan sebagai pesan utamanya. Mereka juga dapat mengajukan pertanyaan atau wawasan dari penelaahan mereka.

ikon seminariAjakan ini adalah contoh dari membantu siswa menghubungkan apa yang mereka pelajari di rumah dengan penelaahan mereka di kelas. Ini dapat membantu siswa memperdalam pemelajaran mereka mengenai tulisan suci dan Juruselamat. Untuk pelatihan tambahan tentang menghubungkan apa yang siswa pelajari di rumah dengan pengalaman mereka di kelas, lihat “Mengembangkan dan mengajukan pertanyaan yang membantu pemelajar menghubungkan apa yang telah mereka pelajari dalam penelaahan tulisan suci pribadi dan keluarga mereka dengan pengalaman kelas” dalam Keterampilan Pengembangan Guru.

Kemungkinan Kegiatan Pemelajaran

Persepsi kita

Pertimbangkan untuk memulai kelas dengan menggambar skala berikut di papan tulis dengan kata-kata yang menyertainya di sisinya. Sewaktu Anda bertanya kepada siswa bagaimana orang lain mungkin melihat Bapa Surgawi dan Yesus Kristus, Anda dapat menempatkan beberapa baris yang berbeda di tempat yang berbeda pada skala untuk mewakili tanggapan mereka.

Bayangkan skala ini mewakili bagaimana seseorang dapat melihat Bapa Surgawi dan Yesus Kristus.

  • Mengapa sebagian orang mungkin melihat Mereka sebagai sosok yang pengasih, penuh belas kasihan [penyayang], dan baik hati sementara yang lainnya tidak?

Untuk membantu siswa menilai bagaimana mereka memandang Bapa Surgawi dan Yesus Kristus, pertimbangkan untuk mengajak mereka merenungkan yang berikut.

Renungkan di mana pada baris itu Anda akan menempatkan pandangan Anda tentang Bapa Surgawi dan Yesus Kristus. Pertimbangkan mengapa Anda memilih tempat itu.

Sekarang bayangkan skala ini mewakili bagaimana Anda berpikir tentang atau memperlakukan orang lain.

  • Apa saja alasan kita mungkin memperlakukan beberapa orang dengan satu cara dan orang lain dengan cara yang sama sekali berbeda?

Sewaktu Anda menelaah kisah tentang Yunus, carilah Roh Kudus untuk membantu Anda melihat kodrat sejati Bapa Surgawi dan Yesus Kristus. Pertimbangkan bagaimana apa yang Anda pelajari tentang Mereka dapat berdampak terhadap cara Anda melihat, memikirkan, atau memperlakukan orang lain.

Kisah Yunus

Mungkin dapat bermanfaat untuk menjelaskan bahwa Yunus tinggal di Israel pada masa pemerintahan Raja Yerobeam II (lihat 2 Raja-Raja 13–15, khususnya 14:25). Nabi Amos dan Hosea juga bernubuat sekitar masa ini. Anda mungkin ingin memperlihatkan sebuah gambar yang menyediakan ikhtisar mengenai Perjanjian Lama dan mengajak siswa untuk menemukan Yunus.

Bacalah Yunus 1:1–3, mencari petunjuk Tuhan kepada Yunus dan bagaimana Yunus menanggapinya.

Pertimbangkan untuk menjelaskan bahwa Niniwe adalah kota besar orang Asyur. Para raja dan prajurit Asyur dikenal karena kebrutalan mereka, seperti menyiksa dan membunuh orang-orang yang mereka taklukkan.

Anda juga dapat menjelaskan bahwa Tarsis mungkin berada di Spanyol masa kini, mengindikasikan bahwa Yunus meninggalkan Israel dan melakukan perjalanan ke arah berlawanan dengan Niniwe. Anda mungkin ingin memperlihatkan peta bagi siswa dan meminta mereka menemukan Niniwe dan Tarsis.

  • Apa yang tanggapan Yunus indikasikan kepada Anda mengenai bagaimana perasaannya tentang petunjuk Tuhan untuk berkhotbah kepada orang-orang Niniwe?

ikon seminari Untuk membantu siswa menelaah kisah Yunus, Anda dapat mengajak mereka menyelesaikan selebaran “Kisah Yunus” secara individu, berpasangan, atau dalam kelompok-kelompok kecil. Sebagai alternatif, Anda dapat menyediakan bagi siswa hanya petikan tulisan suci dari selebaran tersebut dan mengajak mereka untuk membuat sketsa ilustrasi sederhana dan menuliskan ringkasan dari setiap petikan.

Setelah memberi siswa waktu untuk menyelesaikan latihan ini, ajaklah mereka untuk mengajukan pertanyaan yang mereka miliki atau berbagi wawasan yang mereka peroleh dari menelaah kisah ini.

Jika perlu, jelaskan bahwa Yunus 4 memperlihatkan bahwa meskipun Yunus bersyukur Tuhan penyayang dan pengampun terhadapnya, dia membenci atribut-atribut ini ketika Tuhan memperlihatkannya kepada orang-orang Niniwe. Tuhan mengajari Yunus bahwa orang-orang Niniwe sangat bernilai bagi-Nya, jauh lebih bernilai dari sebatang pohon jarak.

Pertimbangkan untuk menuliskan kebenaran-kebenaran tidak lengkap berikut di papan tulis. Ajaklah siswa melengkapi kebenaran-kebenaran tersebut menggunakan apa yang baru saja mereka pelajari dari kisah Yunus.

Tuhan adalah ….

Untuk menjadi seperti Tuhan, kita harus ….

Pertimbangkan untuk melengkapi pernyataan-pernyataan di papan tulis dengan kata-kata atau frasa-frasa yang siswa bagikan, seperti:

Tuhan itu penuh belas kasihan [penyayang], baik hati, dan pengampun.

Untuk menjadi seperti Tuhan, kita harus penuh belas kasihan [penyayang], baik hati, dan mengampuni seperti Dia.

Anda dapat mengajak siswa untuk berbagi contoh-contoh spesifik dari kisah Yunus yang mengilustrasikan kebenaran-kebenaran ini. Mereka juga dapat membagikan mengapa mereka merasa kata atau frasa yang mereka pilih penting untuk mereka ketahui.

  • Mengapa terkadang dapatlah sulit bagi kita untuk mengasihi atau penuh belas kasihan [penyayang] kepada orang lain?

  • Bagaimana belajar tentang belas kasihan dan kasih Tuhan dapat berdampak terhadap cara kita melihat, memikirkan, atau memperlakukan orang lain?

Menjadi seperti Tuhan

Siswa mungkin telah mengidentifikasi kebenaran-kebenaran lain daripada yang tertera di atas. Jika mereka telah mengidentifikasi, pertimbangkan cara-cara untuk memperdalam pemahaman siswa tentang kebenaran-kebenaran yang mereka identifikasi. Kegiatan-kegiatan berikut dapat membantu siswa memahami dengan lebih baik kebenaran-kebenaran di atas dan merasakan kasih Tuhan bagi mereka dan orang lain.

Anda dapat mengatur siswa ke dalam pasangan-pasangan dan meminta setiap siswa menyelesaikan salah satu kegiatan secara individu. Mereka kemudian dapat saling mengajarkan apa yang mereka temukan. Atau rekan-rekan dapat menyelesaikan kegiatan yang sama dan saling berbagi apa yang mereka pelajari.

Pilihlah satu dari skenario berikut:

Skenario A. Bayangkan Anda memiliki seorang teman yang merasa Bapa Surgawi dan Yesus Kristus kejam, tidak penyayang, atau tidak kenal ampun.

Skenario B. Bayangkan Anda memiliki seorang teman yang bergumul untuk menjadi penyayang, baik hati, atau mengampuni orang lain.

Lakukan yang berikut:

  1. Temukan sebuah ayat dari kisah Yunus yang akan Anda bagikan dengan teman Anda. (Anda juga dapat menemukan petikan tulisan suci tambahan yang mungkin membantu.)

  2. Pikirkan sebuah pengalaman yang mungkin membantu. Untuk skenario A: pertimbangkan kapan Tuhan telah memperlihatkan kasih atau belas kasihan kepada Anda atau seseorang yang Anda kenal. Untuk skenario B: pertimbangkan ketika Tuhan menolong Anda atau seseorang yang Anda kenal memperlihatkan kasih atau belas kasihan kepada orang lain.

Beberapa contoh tulisan suci tambahan yang dapat membantu mencakup yang berikut: untuk skenario A: Yesaya 1:18 atau Eter 12:27; untuk skenario B: Moroni 7:45–48 atau Ajaran dan Perjanjian 64:9–11.

Siswa yang bersedia kemudian dapat menjelaskan kepada kelas ayat atau ayat-ayat mana yang akan mereka bagikan dengan teman mereka dan mengapa. Mereka juga dapat membagikan pengalaman mereka. Jawaban siswa dapat mengundang Roh Kudus untuk membantu mereka merasakan kasih Tuhan bagi mereka dan bagi orang lain.

Jika waktu mengizinkan, pertimbangkan untuk menayangkan video yang memperlihatkan kasih dan belas kasihan Tuhan, seperti “Moving On from Past Mistakes” (3:43), tersedia di ChurchofJesusChrist.org. Ajaklah siswa untuk mencari bagaimana Tuhan memperlihatkan kasih dan belas kasihan kepada Rahel setelah dia membuat kesalahan semasa remaja.

3:43

Apa yang Anda pelajari?

Untuk membantu siswa melihat dan merasakan kasih dan belas kasihan Tuhan bagi mereka dan bagi orang lain, pertimbangkan untuk mengajak mereka menggambar sesuatu dalam jurnal penelaahan mereka yang dapat mengingatkan mereka tentang kisah Yunus, seperti ikan paus atau tanaman besar. Mereka kemudian dapat menuliskan jawaban mereka untuk salah satu pertanyaan di bawah, di dalam, atau di samping gambar mereka.

Pertimbangkan untuk menjawab salah satu dari pertanyaan-pertanyaan berikut dalam jurnal penelaahan Anda:

  • Apa yang Anda pelajari hari ini yang membantu Anda merasa bahwa Bapa Surgawi dan Yesus Kristus penyayang, baik hati, dan pengampun?

  • Apa yang Anda alami hari ini yang membantu Anda merasakan kasih Mereka bagi mereka yang sulit Anda kasihi atau ampuni?