2010–2019
Kebenaran dan Rencana

Kebenaran dan Rencana

Sewaktu kita mencari kebenaran mengenai agama, kita hendaknya menggunakan metode rohani yang tepat untuk pencarian itu

Wahyu modern mendefinisikan kebenaran sebagai “pengetahuan tentang hal-hal sebagaimana adanya, dan sebagaimana adanya dahulu, dan sebagaimana adanya yang akan datang” (Ajaran dan Perjanjian 93:24). Itu adalah definisi yang sempurna untuk rencana keselamatan dan “Keluarga: Pernyataan kepada Dunia.”

Kita hidup di suatu zaman informasi yang tersedia secara melimpah dan tersebar luas. Namun tidak semua informasi adalah benar. Kita perlu berhati-hati sewaktu kita mencari kebenaran dan memilih sumber-sumber untuk pencarian tersebut. Kita hendaknya tidak menganggap kedudukan atau otoritas sekuler sebagai sumber kebenaran yang berkualitas. Kita harus berhati-hati terhadap bergantung pada informasi atau saran amatir yang ditawarkan oleh para bintang hiburan, atlet terkemuka, atau sumber internet anonim. Keahlian dalam satu bidang tidak boleh dianggap sebagai keahlian pada kebenaran dalam subjek lain.

Kita juga hendaknya berhati-hati terhadap motivasi dari orang yang menyediakan informasi. Itulah sebabnya tulisan suci memperingatkan kita terhadap penipuan imam (lihat 2 Nefi 26:29). Jika sumbernya anonim atau tidak diketahui, informasi itu juga dapat dicurigai.

Keputusan pribadi kita hendaknya didasarkan pada informasi dari sumber-sumber yang berkualitas mengenai subjek tersebut dan bebas dari motivasi yang mementingkan diri sendiri.

I.

Sewaktu kita mencari kebenaran mengenai agama, kita hendaknya menggunakan metode rohani yang tepat untuk pencarian itu: doa, kesaksian dari Roh Kudus, dan penelaahan tulisan suci serta perkataan dari para nabi modern. Saya selalu sedih ketika mendengar tentang seseorang yang melaporkan kehilangan iman keagamaannya karena ajaran-ajaran sekuler. Mereka yang pernah memiliki visi rohani dapat menderita kebutaan rohani yang disebabkan oleh diri sendiri. Presiden Henry B. Eyring menyatakan, “Masalah mereka tidaklah terletak pada apa yang mereka pikir mereka lihat; itu terletak pada apa yang mereka belum bisa lihat.”1

Metode-metode sains menuntun kita pada apa yang kita sebut kebenaran ilmiah. Namun “kebenaran ilmiah” bukanlah tujuan hidup seluruhnya. Mereka yang tidak belajar “melalui penelaahan dan juga melalui iman” (Ajaran dan Perjanjian 88:118) membatasi pemahaman mereka akan kebenaran pada apa yang mereka dapat verifikasi dengan cara ilmiah. Ini menempatkan batasan-batasan palsu pada pengejaran kebenaran mereka.

Presiden James E. Faust menuturkan: “Mereka yang telah [dibaptiskan] menempatkan jiwa kekal mereka dalam bahaya dengan secara ceroboh hanya mengejar sumber pembelajaran sekuler. Kita percaya bahwa Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir memiliki kegenapan Injil Kristus, di mana Injil merupakan esensi kebenaran dan penerangan kekal.”2

Kita menemukan sukacita yang sejati dan langgeng dengan mengetahui dan menindaki kebenaran tentang jati diri kita, makna kehidupan fana, dan ke mana kita akan pergi saat kita mati. Kebenaran-kebenaran itu tidak dapat dipelajari dengan metode ilmiah atau sekuler.

II.

Sekarang saya akan berbicara tentang kebenaran-kebenaran Injil yang dipulihkan yang adalah fundamental bagi ajaran Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir. Mohon pikirkan kebenaran-kebenaran ini dengan saksama. Itu menjelaskan banyak tentang ajaran dan praktik kita, mungkin termasuk beberapa hal yang belum dipahami.

Ada seorang Allah, yaitu Bapa dari semua roh yang penuh kasih yang pernah hidup atau akan hidup.

Jenis kelamin adalah kekal. Sebelum kita lahir di bumi ini, kita semua hidup sebagai anak-anak roh laki-laki atau perempuan di hadirat Allah.

Kita baru saja mendengar Paduan Suara Tabernakel di Taman Bait Suci menyanyikan “Aku Akan Ikut Rencana Allah.”3 Itu adalah rencana yang dibuat Allah agar semua anak-anak roh-Nya dapat maju secara kekal. Rencana itu vital bagi kita masing-masing.

Di bawah rencana tersebut, Allah menciptakan bumi ini sebagai tempat di mana anak-anak roh terkasih dapat dilahirkan ke dalam kefanaan untuk menerima tubuh jasmani dan untuk memiliki kesempatan bagi kemajuan kekal dengan membuat pilihan-pilihan yang benar.

Agar bermakna, pilihan-pilihan fana harus dibuat di antara kekuatan yang bertentangan, baik dan jahat. Harus ada pertentangan, dan karenanya si musuh, yang dicampakkan karena pemberontakan dan diizinkan untuk menggoda anak-anak Allah untuk bertindak bertentangan dengan rencana Allah.

Tujuan rencana Allah adalah untuk memberikan kepada anak-anak-Nya kesempatan untuk memilih kehidupan kekal. Ini dapat dirampungkan hanya melalui pengalaman dalam kefanaan dan, setelah kematian, melalui pertumbuhan pascafana di dunia roh.

Selama kehidupan fana, kita semua akan dicemari oleh dosa sewaktu kita menyerah pada godaan-godaan jahat dari si musuh, dan kita pada akhirnya akan mati. Kita menerima tantangan-tantangan tersebut dalam kebergantungan kita pada kepastian rencana bahwa Allah Bapa kita akan menyediakan Juruselamat, Putra Tunggal-Nya, yang akan menyelamatkan kita melalui kebangkitan universal menuju kehidupan yang diwujudkan setelah kematian. Juruselamat juga akan menyediakan pendamaian untuk membayar harga bagi semua untuk dibersihkan dari dosa dengan syarat-syarat yang Dia tetapkan. Syarat-syarat itu termasuk iman kepada Kristus, pertobatan, pembaptisan, karunia Roh Kudus, dan tata cara-tata cara yang dilaksanakan dengan wewenang imamat.

Rencana besar kebahagiaan Allah menyediakan suatu keseimbangan yang sempurna antara keadilan kekal dan belas kasihan yang dapat kita peroleh melalui Pendamaian Yesus Kristus. Itu juga memperkenankan kita untuk diubah menjadi makhluk-makhluk baru di dalam Kristus.

Allah yang pengasih menjangkau kita masing-masing. Kita tahu bahwa melalui kasih-Nya dan karena Pendamaian Putra Tunggal-Nya, “seluruh umat manusia boleh diselamatkan, melalui kepatuhan pada hukum dan tata cara Injil[-Nya]” (Pasal-Pasal Kepercayaan 1:3; penekanan ditambahkan).

Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir secara baik dikenal sebagai Gereja yang berpusatkan pada keluarga. Tetapi apa yang belum dipahami dengan baik adalah bahwa keberpusatan kita pada keluarga adalah berfokus lebih dari sekadar hubungan fana. Hubungan kekal adalah juga dasar bagi teologi kita. “Keluarga ditetapkan oleh Allah.”4 Di bawah rencana besar Pencipta kita yang pengasih, misi dari Gereja-Nya yang dipulihkan adalah untuk menolong anak-anak Allah mencapai berkat dari atas akan permuliaan dalam kerajaan selestial, yang dapat diperoleh hanya melalui pernikahan kekal antara seorang pria dan seorang wanita (lihat Ajaran dan Perjanjian 131:1–3). Kita menegaskan ajaran Tuhan bahwa “jenis kelamin merupakan karakteristik penting dari identitas dan tujuan prafana, fana, dan kekal setiap orang” dan bahwa “pernikahan antara pria dan wanita adalah penting bagi rencana kekal-Nya.”5

Akhirnya, kasih Allah sedemikian besar sehingga, kecuali bagi beberapa yang dengan sengaja menjadi putra kebinasaan, Dia telah menyediakan tujuan akhir yang mulia bagi semua anak-anak-Nya. “Semua anak-anak-Nya” termasuk mereka semua yang telah mati. Kita melaksanakan tata cara-tata cara bagi mereka secara perwakilan di bait suci kita. Tujuan Gereja Yesus Kristus adalah agar anak-anak-Nya memenuhi syarat bagi tingkat kemuliaan tertinggi, yaitu permuliaan atau kehidupan kekal. Bagi mereka yang tidak berhasrat atau memenuhi syarat untuk itu, Allah telah menyediakan kerajaan kemuliaan lainnya, meskipun lebih kecil.

Siapa pun yang memahami kebenaran-kebenaran kekal ini dapat memahami mengapa kita sebagai anggota Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir berpikir seperti yang kita pikirkan dan melakukan seperti yang kita lakukan.

III.

Sekarang saya akan menyebutkan beberapa penerapan dari kebenaran-kebenaran kekal ini, yang dapat dipahami hanya dengan memikirkan rencana Allah.

Pertama, kita menghormati hak pilihan individu. Sebagian besar orang mengetahui tentang upaya besar Gereja yang dipulihkan untuk mempromosikan kebebasan beragama di Amerika Serikat dan di seluruh dunia. Upaya ini tidak mempromosikan hanya minat kita saja namun, sejalan dengan rencana-Nya, berusaha untuk membantu semua anak Allah menikmati kebebasan untuk memilih.

Kedua, kita adalah umat misionaris. Kita terkadang ditanya mengapa kita mengutus misionaris ke banyak bangsa, bahkan di antara penduduk Kristen. Kita menerima pertanyaan yang sama mengenai mengapa kita memberikan banyak bantuan kemanusiaan yang bernilai jutaan dolar kepada orang-orang yang bukan anggota Gereja kita dan mengapa kita tidak mengaitkan bantuan ini dengan upaya misionaris kita. Kita melakukan ini karena kita menghargai semua makhluk fana sebagai anak-anak Allah—saudara dan saudari kita—dan kita ingin berbagi kelimpahan rohani dan duniawi kita kepada semua orang.

Ketiga, kehidupan fana adalah sakral bagi kita. Komitmen kita pada rencana Allah mengharuskan kita untuk menentang aborsi dan eutanasia.

Keempat, beberapa orang resah oleh posisi Gereja kita mengenai pernikahan dan anak-anak. Pengetahuan kita tentang rencana keselamatan yang diwahyukan Allah mengharuskan kita menentang tekanan sosial dan hukum saat ini untuk mundur dari pernikahan tradisional dan membuat perubahan yang membingungkan atau mengubah gender atau menyeragamkan perbedaan antara pria dan wanita. Kita tahu bahwa hubungan, identitas, dan fungsi pria dan wanita adalah esensial untuk memenuhi rencana besar Allah.

Kelima, kita juga memiliki perspektif yang berbeda mengenai anak-anak. Kita melihat kehamilan dan pengasuhan anak sebagai bagian dari rencana Allah dan tugas penuh sukacita dan sakral bagi mereka yang diberi kuasa untuk berperan serta di dalamnya. Dalam pandangan kita, harta tertinggi di bumi dan di surga adalah anak-anak dan keturunan kita. Oleh karena itu, kita harus mengajarkan dan membela asas-asas dan praktik-praktik yang menyediakan keadaan terbaik bagi perkembangan dan kebahagiaan anak-anak—semua anak.

Akhirnya, kita adalah anak-anak terkasih Bapa Surgawi yang telah mengajari kita bahwa kepriaan dan kewanitaan, pernikahan, dan proses melahirkan serta mengasuh anak-anak semuanya esensial bagi rencana kebahagiaan yang besar. Posisi kita pada prinsip-prinsip ini sering kali memicu penentangan terhadap Gereja. Kita menganggap itu tak terelakkan. Penentangan adalah bagian dari rencana, dan penentangan yang paling kuat dari Setan diarahkan pada apa pun yang paling penting dalam rencana Allah. Dia berusaha untuk menghancurkan pekerjaan Allah. Metode utamanya adalah untuk mencela Juruselamat dan wewenang ilahi-Nya, untuk menghapus dampak dari Pendamaian Yesus Kristus, untuk menghalangi pertobatan, untuk memalsukan wahyu, serta untuk menentang pertanggungjawaban individu. Dia juga berusaha untuk mengacaukan gender, memutarbalikkan pernikahan, dan menghalangi melahirkan anak—terutama oleh orangtua yang akan membesarkan anak-anak dalam kebenaran.

IV.

Pekerjaan Tuhan maju terus terlepas dari penentangan yang terorganisasi dan konstan yang menghadang kita sewaktu kita berusaha untuk mempraktikkan ajaran-ajaran Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir. Bagi mereka yang goyah karena penentangan itu, saya memberikan tiga saran ini.

Ingatlah asas pertobatan yang dimungkinkan melalui kuasa Pendamaian Yesus Kristus. Sebagaimana Penatua Neal A. Maxwell meminta, jangan berada di antara mereka “yang lebih suka mencoba mengubah Gereja alih-alih mengubah diri mereka sendiri.”6

Sebagaimana Penatua Jeffrey R. Holland mengimbau:

“Peganglah dengan erat apa yang telah Anda ketahui dan berdirilah dengan kukuh sampai pengetahuan tambahan datang .…

Dalam Gereja ini, apa yang kita ketahui akan selalu lebih penting daripada apa yang tidak kita ketahui.” 7

Jalankan iman kepada Yesus Kristus, yang merupakan asas pertama Injil.

Terakhir, carilah bantuan. Para pemimpin Gereja kita mengasihi Anda dan mencari bimbingan rohani untuk menolong Anda. Kita menyediakan banyak sumber daya misalnya seperti yang akan Anda temukan melalui LDS.org dan dukungan lain untuk penelaahan Injil di rumah. Kita juga memiliki para brother dan sister yang Melayani yang dipanggil untuk memberikan bantuan yang penuh kasih.

Bapa Surgawi kita yang penuh kasih ingin anak-anak-Nya memiliki sukacita yang merupakan tujuan dari penciptaan kita. Tujuan akhir penuh sukacita adalah kehidupan kekal, yang dapat kita peroleh dengan maju terus di sepanjang apa yang nabi kita, Presiden Russell M. Nelson, sering sebut “jalan perjanjian.” Berikut adalah yang dia katakan dalam pesan pertamanya sebagai Presiden Gereja: “Tetaplah di jalan perjanjian. Komitmen Anda untuk mengikuti Juruselamat dengan membuat perjanjian dengan-Nya dan kemudian menepati perjanjian-perjanjian itu akan membukakan pintu ke setiap berkat dan privilese rohani yang tersedia bagi pria, wanita, dan anak di mana pun.”8

Saya dengan khusyuk bersaksi bahwa hal-hal yang telah saya katakan adalah benar, dan itu dimungkinkan melalui ajaran dan Pendamaian Yesus Kristus, yang menjadikan semua mungkin di bawah rencana besar Allah, Bapa Kekal kita. Dalam nama Yesus Kristus, amin.